Thursday, June 15, 2017

Definisi Etika dan Bisnis & Prinsip Etika

A. Etika dan Bisnis


a. Definisi Etika dan Bisnis


Etika yang berarti mempelajari baik atau buruknya perilaku, dan Bisnis adalah kegiatan atau aktivitas yang dapat menghasilkan keuntungan. Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, dengan mencakup moral dan sikap profesional. 

b. Hakikat Bisnis


Hakikat bisnis merupakan hakikat yang digunakan untuk menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis. Terdapat dua contoh hakikat bisnis, yaitu Etika yang dihubungkan dengan moral, dan Etika yang tidak memiliki kesadaran moral.

c. Klasifikasi Etika


Berikut pengelompokan etika, yaitu :
1.   Etika Normatif
   Merupakan cabang etika tentang "bagaimana" seseorang seharusnya bertindak atau melakukan sesuatu dengan etis.
2.   Etika Terapan
  Merupakan sebuah penerapan teori-teori etika dengan lebih spesifik tentang topik-topik kontroversial. Etika terapan dapat dibagi lagi, ada etika profesi, etika bisnis, dan etika lingkungan.
3.   Etika Deskriptif
    Merupakan sebuah studi tentang apa yang dianggap etis oleh individu atau masyarakat.
4.   Etika Metaetika
    Etika metaetika berhubungan dengan sifat penilaian moral. Fokus dari etika ini adalah arti atau makna dari pernyataan yang ada didalam etika.

d. Etiket, Moral, Hukum, dan Agama pada Etika Bisnis


1.   Etiket
     Adalah aturan sopan santun dalam pergaulan hidup.
2.   Moral
     Merupakan pengetahuan menyangkut budi pekerti manusia.
3.   Hukum
     Adalah semua aturan yang harus dituruti dalam pergaulan hidup.
4.   Agama
     Adalah sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadahan terhadap Tuhan serta kaidah yang berkaitan dengan lingkungan dan pergaulan.

e. Konsep Etika


Tingkah laku manusia serta moral, kesusilaan hati manusia untuk berbuat baik dan untuk menentukan baik-buruknya tingkah laku orang lain. Baik atau buruknya etika seseorang tidak mempersoalkan keadaan suatu individu, tapi mempersoalkan bagaimana individu lain harus bertindak.

B. Prinsip Etika

a. Prinsip-Prinsip Etika


Didalam etika bisnis terdapat prinsip yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang telah ditentukan. Beberapa prinsip nya adalah :
1.   Prinsip Otonomi
    Maksudnya adalah perusahaan bebas memilih wewenang sesuai bidangnya.
2.   Prinsip Kejujuran
    Artinya nilai dasar dalam mendukung keberhasilan.
3.   Prinsip Keadilan
    Maksudnya adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Beberapa aspek didalam prinsip keadilan yaitu: aman, rasional atau objektif, dapat dipertanggung jawabkan, menguntungkan semua pihak.
4.   Prinsip Hormat pada Diri Sendiri dalam Etika Bisnis
   Merupakan prinsip tindakan yang dampaknya kembali lagi pada bisnis itu sendiri. Contoh umumnya seperti fisik manusia, kita berolahraga, maka kita akan mendapatkan fisik yang sehat pula.
5.   Prinsip Etika di Lingkungan Hidup
    Terdapat empat prinsip didalam etika lingkungan hidup :
    1. Sikap hormat terhadap alam
    2. Peduli pada alam
    3. Rasa tanggung jawab
    4. Keadilan
6.   Prinsip Teori Etika Lingkungan
    Beberapa teori yang ada didalam teori etika lingkungan :
    1. Antroposentrisme yaitu teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta.
    2. Biosentrisme mencakup komunitas makhluk hidup saja, untuk komunitas yang lebih luas atau ekosistem, disebut Ekosentrisme.
    3. Teosentrisme merupakan hubungan antara manusia dengan lingkungan.

b. Hak dan Kewajiban


Terdapat hak dan kewajiban didalam prinsip etika, yaitu:
  1. Hak :
    1. Untuk mendapat perlindungan
    2. Untuk mendapat keuntungan
  2. Kewajiban :
    1. Atas kepercayaan
    2. Atas kejujuran
    3. Atas keberanian


Wednesday, June 14, 2017

Budaya Organisasi dan Perusahaan, Hubungan Budaya dan Etika, Kendala dalam Mewujudkan Kinerja Bisnis Etis & Hubungan Perusahaan dengan Stakeholder, Lintas Budaya dan Pola Hidup, Audit Sosial

A. Budaya Organisasi dan Perusahaan


Budaya organisasi merupakan sistem pengenal bagi anggota didalamnya sebagai pembeda dengan organisasi lainnya.

a. Karakteristik Budaya Organisasi


Terdapat 7 karakteristik budaya organisasi (Menurut Robbins : 2007) :
1.  Inovasi dan Keberanian Mengambil Resiko
   Maksudnya adalah para anggotanya diharapkan mempunyai sikap yang inovatif dan juga berani dalam mengambil resiko.
2.  Perhatian terhadap Detail
    Yang artinya sejauh mana kah karyawan mampu memperhatikan hal-hal kecil.
3.  Orientasi pada Hasil
    Maksudnya sejauh mana manajemen fokus untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan.
4.  Orientasi pada Manusia
   Lebih mengarah kepada keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan apa yang sudah dikerjakan oleh anggota nya dalam mencapai tujuan atau hasilnya.
5.  Orientasi pada Tim
    Maksudnya adalah mengedepankan kerja sama tim (teamwork), dan menyingkirkan individualitas.
6.  Agresivitas
    Lebih mengarah kepada anggota-anggotanya, untuk memiliki sikap yang kompetitif dibanding pemalas atau santai.
7.  Stabilitas
    Maksudnya adalah mempertahankan tujuan utama organisasi nya.

b. Fungsi Budaya Organisasi :


1.  Komitmen
    Menumbuhkan rasa kepentingan bersama didalam organisasi.
2.  Batas
    Sebagai pembeda antara satu organisasi dengan yang lainnya.
3.  Identitas
    Sebagai pengenal dan ciri khas pada organisasi tersebut.
4.  Stabilitas
    Mensejahterakan sistem sosial didalam organisasi tersebut.

B. Hubungan Budaya dan Etika




1.  Apresiasi  Budaya
  Sebagai wujud untuk menghargai, menerima, memberikan penghargaan kepada orang lain.
2.  Hubungan Etika dan Budaya
   Hubungan etika dan budaya adalah hubungan-hubungan sosial yang ada didalam perusahaan atau organisasi tersebut.
3.  Pengaruh Etika dan Budaya
   Pengaruhnya bahwa etika dan budaya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan mempengaruhi perilaku antar individu atau kelompok. Etika yang baik adalah kekuatan dasar bagi organisasi atau perusahaan tersebut.

C. Kendala dalam Mewujudkan Kinerja Bisnis Etis


Terdapat dua faktor apa yang masyarakat pikirkan tentang bisnis :
1.   Faktor Budaya
   Maksudnya adalah masyarakat biasa menganggap bahwa bisnis itu penuh tipuan demi mendapatkan keuntungan.
2.   Faktor Sistem Politik dan Kekuasaan
   Maksudnya adalah masyarakat biasa menganggap bahwa kegiatan bisnis itu tidak jauh dari tindakan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).


D. Hubungan Perusahaan dengan Stakeholder


Suatu perusahaan pasti memiliki suatu hubungan dengan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan perusahaan tersebut. Berikut macam-macam pihak-pihak yang terkait (stakeholder) dan bagaimana hubungannya :
1.  Stakeholder Primer
    Artinya adalah pihak-pihak yang ikut serta (dengan langsung) dalam kegiatan perusahaan tersebut, tanpa mereka perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Contoh : Pemilik Modal.
2.  Stakeholder Sekunder
    Artinya adalah pihak-pihak yang mempengaruhi perusahaan tersebut, tapi wujud atau keberadaan mereka tidak terlihat didalam perusahaan tersebut. Contoh : Pemerintah, mengatuh suatu perusahaan dengan melalui Undang-Undang.
3.  Stakeholder Kunci
   Artinya adalah pihak-pihak yang memiliki kewenangan legal dalam mempengaruhi perusahaan tersebut. Contoh : Pemerintah Asing.


E. Lintas Budaya dan Pola Hidup


Dengan bertemunya perbedaan-perbedaan antar budaya, maka terciptalah pola hidup yang ada dimasyarakat, seperti :
1.  Stereotype
    Artinya adalah, suatu penilaian persepsi seseorang terhadap orang lain mau itu individu atau kelompok, ataupun suatu kejadian, bisa berupa penilaian baik ataupun buruk.
2.  Prejudice
    Adalah prasangka seseorang terhadap orang lain mau itu individu atau kelompok, tanpa mengetahui fakta yang sesungguhnya.
3.  Stigma Sosial
    Adalah suatu tindakan atau perilaku yang tidak dapat diterima, karena melawan norma atau hukum yang berlaku di lingkungan sekitarnya.

F. Audit Sosial


a. Komunitas Indonesia dan Etika Bisnis 

Didalam komunitas atau kelompok, biasanya terdapat suatu aturan berupa larangan atau sanksi sosial dan sudah menjadi budaya sehari-hari. Larangan atau sanksi tersebut digunakan untuk mengarahkan sosial yang ada di perusahaan agar menuju lebih baik. Untuk mengetahui sistem sosial suatu perusahaan, biasanya diadakan audit sosial, memeriksa bagaimana sistem sosialnya, lalu di catat didalam buku catatan sosial. Yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pernyataan Visi
2. Stakeholder
3. Target yang ingin dicapai
4. Transparansi (sosialnya)
5. Triple Bottom Line (Laporan Finansial, Lingkungan, dan Sosial)
6. Verifikasi (proses audit lalu mengecek apa sudah pada jalur yang baik)
7. Audit Sosial (proses dimana perusahaan dapat menaksir keberadaan sosialnya)

b. Dampak Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan dampak positif bila dilaksanakan dengan benar. Dampak positif yang dimaksud untuk perusahaan itu sendiri, lingkungan, sumber daya manusia dan alam, dan seluruh pihak-pihak yang terkait.

c. Mekanisme Pengawasan Tingkah Laku

Mekanisme pengawasan tingkah laku berupa hasil dari audit sosial, yaitu kesimpulan dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan. Monitoring dilakukan bersifat jangka pendek, tapi evaluasi tentang tingkah laku dilakukan bersifat jangka panjang. 

Sumber: